Literasi Digital : "Kemajuan Teknologi : Anugrah atau Musibah"


Taktik Lampung - Dalam rangka mewujudkan masyarakat Indonesia yang paham akan Literasi Digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengadakan kegiatan Literasi Digital untuk mengedukasi dan mewujudkan masyarakat agar paham akan Literasi Digital lebih dalam dan menyikapi secara bijaksana dalam menggunakan digital platform di 77 Kota / Kabupaten area Sumatera II, mulai dari Aceh sampai Lampung dengan jumlah peserta sebanyak 600 orang di setiap kegiatan yang ditujukan kepada PNS, TNI / Polri, Orang Tua, Pelajar, Penggiat Usaha, Pendakwah dan sebagainya.

4 kerangka digital yang akan diberikan dalam kegiatan tersebut, antara lain Digital Skill, Digital Safety, Digital Ethic dan Digital Culture dimana masing masing kerangka mempunyai beragam thema.

Sebagai Keynote Speaker, Gubernur Provinsi Lampung yaitu Ir. H. Arinal Djunaidi, memberikan sambutan tujuan Literasi Digital agar masyarakat cakap dalam menggunakan teknologi digital, bermanfaat dalam membangun daerahnya masing masing  oleh putra putri daerah melalui digital platform. Bp. Presiden RI, Bapak Jokowi juga memberikan sambutan dalam mendukung Literasi Digital Kominfo 2021.

Dalam kegiatannya di Kabupaten Tulang Bawang Barat Provinsi Lampung Jumat, (9/7/2021), Jam 13.30 WIB, Kementrian Kominfo mengadakan kegiatan literasi digital bertema "Kemajuan Teknologi : Anugrah atau Musibah" dengan menyajikan berbagai tema diskusi menarik dengan menghadirkan narasumber ahli dibidangnya yakni:

MUHTADI ZUBEIR, S.PD., MT (Praktisi IT – RTIK), pada sesi Kecakapan Digital. Muhtadi memaparkan tema “PENTINGNYA MEMILIKI DIGITAL SKILLS DI MASA PANDEMI COVID-19). 

Dalam pemaparannya, Muhtadi menjelaskan digital skill yang harus dikuasai meliputi, skill untuk menjadi netizen yang beradab, skill untuk melakukan digital learning, skill untuk memanfaatkan media digital untuk mencari pemasukan, dan skill berbahasa inggris. Tiga bahaya kecanduan gawai diantara lain, merampas waktu produktif, membuat perhatian semakin pendek, juga membuat sulit fokus dan membangun konsentrasi yang dalam.

Langkah untuk digital detox adalah jauhi digital distraksi, jalani hobi yang membuat lupa gawai, dan un-install aplikasi yang dapat membuang waktu produktif.

Dilanjutkan dengan sesi Keamanan Digital oleh, ANDRY PRIYANTO (PIC PT Cyber Global Indonesia). Andry mengangkat tema “PERAN ORANG TUA DALAM MEMBERIKA AJARAN TENTANG KEAMANAN INTERNET UNTUK ANAK”. 

Andry membahas dampak positif internet bagi anak, sebagai sumber belajar, sebagai sarana hiburan, serta menumbuhkan daya beraktifitas. Salah satu dampak negatif internet untuk anak ialah menjadikan anak pribadi yang anti sosial dan anak tidak mampu memfilter informasi. Keamanan dalam akses internet berupa, cerdas dalam memilih aplikasi yang digunakan anak serta melindungi informasi dan data pribadi. 

Cara mengatasi dampak internet pada anak antara lain, orang tua harus mampu memberikan pemaham kepada anak tentang dampak negatif internet dan menanamkan nilai sosial dan nilai agama dalam diri anak agar mampu memfilter dampak negatif. (*/TL)

Post a Comment

0 Comments