Sosialisasi IPWK di Kotabaru, Yuhadi Disambut Pecak Silat Cimande


Taktik Lampung – Anggota Komisi III DPRD Kota Bandarlampung H. Yuhadi, SHI, MH, melaksanakan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (IPWK) di Kelurahan Kotabaru, Rabu (24/5/2023).

Kegiatan IPWK yang digelar Yuhadi di Kelurahan Kotabaru Kecamatan Tanjungkarang Timur sangat istimewa. Seperti menyambut kepala daerah, masyarakat yang ada lokasi kegiatan menyambut Yuhadi juga Ketua DPD Partai Golkar Bandarlampung ini, disambut dengan kesenian Pencak Silat Cimande saat tiba di lokasi Jl dr. Harun.

Yuhadi diarak hingga tempat acara, yang disambut meriah pada pemuda setempat. Selain itu, Yuhadi juga mendapat kejutan kue ulang tahun. Karena pada tanggal 24 Mei, merupakan hari kelahiran Yuhadi.

Yuhadi sangat terharu dengan penyambutan warga Kota Baru. Penyambutan dan penampilan pencak silat Cimande merupakan bagian dari nilai Pancasila. Karena itu kesenian dan keragaman budaya masyarakat harus dipertahankan dan dikembangkan.

Yuhadi mengatakan, IPWK merupakan agenda DPRD Bandarlampung untuk mensosialisasikan Pancasila, bukan kegiatan partai. Karena itu, kegiatan ini dinilai sangat penting untuk diikuti oleh masyarakat.

Karena itu, Yuhadi mengharapkan masyarakat untuk mengikuti sosialisasi IPWK karena ini sangat penting. Oleh sebab itu, peserta hendaknya dapat mengikuti acara ini dengan baik.

Dalam pelaksanaan sosialisasi IPWK, Yuhadi menghadirkan dua nara sumber yaitu; Ginda Ansori Wayka, SH, MH, dosen FH Universitas Bandar Lampung (UBL) juga pengacara dan Hartini Soraya, Staf Khusus Wakil Ketua DPR RI Bidang Politik dan Keamanan Letjen TNI (Pur) Lodewijk F Paulus.

Gindha Ansori Wayka, mengajak masyarakat agar mengingatkan anak-anak dan generasi muda mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Jangan tinggalkan nilai Pancasila dimana tidak bertentangan Al Quran. Karena itu, nilai-nilai Pancasila perlu dipertahankan karena merupakan perekat Bangsa.

Ansori mengatakan, Pancasila yang lahir 1 Juni 1945, sebagai perekat bangsa. Saat ini kita sudah dipengaruhi oleh budaya individualistik. Karena itu, Pancasila yang sangat otentik dengan perkembangan zaman, nilai-nilai yang terkandung di dalam perlu terus diterapkan.

Di dalam Pancasila ada nilai-nilai yang terkandung di dalamnya yaitu nilai agama dan nilai kemasyarakatan. Di dalam Pancasila juga ada nilai norma bagaimana kita menjadi masyarakat yang berlaku sopan santun bermoral dalam kehidupan bermasyarakat.
Ansori mengatakan, Negara Indonesia yang terdiri ribuan suku dan bahasa, masyarakatnya bisa hidup rukun berdampingan walau beda suku dan agama karena ada nilai-nilai Pancasila.
Karena itu, sebagai masyarakat kita
harus memegang norma. Norma agama, norma sosial dan sopan santun. Terlebih saat ini nilai-nilai Pancasila mulai luntur akibat pengaruh perubahan zaman. Pancasila sebagai perekat Bangsa Indonesia sangat penting sekali.

Sementara itu, Hartini Soraya menyampaikan, Pancasila ibarat bangunan rumah tidak hanya satu tiang saja pilarnya. Bila pilarnya kuat, maka bangunan akan kokoh. Karena itu, pengamalan Pancasila sangat penting.

Hartini Soraya mengatakan, bahwa rasa kemanusiaan sebetulnya sudah tertanam pada jiwa masing-masing anak bangsa ini. Karena itu, masyarakat Indonesia dari dulu sudah ditanamkan kemanusiaan. Hartini juga mengupas makna simbul-simbul dalam Sila Pancasila. (TL/*)

Post a Comment

0 Comments