Literasi Digital di Kabupaten Lampung Selatan "Keterampilan Digital di Era Pandemi"


Taktik Lampung - Dalam rangka mewujudkan masyarakat Indonesia yang paham akan Literasi Digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengadakan kegiatan Literasi Digital untuk mengedukasi dan mewujudkan masyarakat agar paham akan Literasi Digital lebih dalam dan menyikapi secara bijaksana dalam menggunakan digital platform di 77 Kota / Kabupaten area Sumatera II, mulai dari Aceh sampai Lampung dengan jumlah peserta sebanyak 600 orang di setiap kegiatan yang ditujukan kepada PNS, TNI / Polri, Orang Tua, Pelajar, Penggiat Usaha, Pendakwah dan sebagainya.

4 kerangka digital yang akan diberikan dalam kegiatan tersebut, antara lain Digital Skill, Digital Safety, Digital Ethic dan Digital Culture dimana masing masing kerangka mempunyai beragam thema.

Sebagai Keynote Speaker, Gubernur Provinsi Lampung yaitu Ir. H. Arinal Djunaidi., memberikan sambutan tujuan Literasi Digital agar masyarakat cakap dalam menggunakan teknologi digital, bermanfaat dalam membangun daerahnya masing masing oleh putra putri daerah melalui digital platform. Bp. Presiden RI, Bapak Jokowi juga memberikan sambutan dalam mendukung Literasi Digital Kominfo 2021.

Dalam kegiatannya di Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung Senin, (30/8/2021), Pukul 13.00 WIB Kementrian Kominfo mengadakan kegiatan literasi digital bertema "Keterampilan Digital di Era Pandemi" dengan menyajikan diskusi menarik secara daring dan menghadirkan berbagai narasumber ahli dibidangnya yakni: 

IR. GALIH WASIS WICAKASONO, S.KOM., M.CS (Dosen Program Studi Informatika Universitas Muhammadiyah Malang), pada pilar KECAKAPAN DIGITAL. Galih memaparkan tema “PEMANFAATAN TEKNOLOGI ARTIFICIAL INTELIGENCE DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI”. 

Dalam pemaparannya, Galih menjelaskan artificial intelligence (AI) merupakan teori dan model pengembangan sistem komputer yang mampu menyelesaikan sebuah tugas dan pekerjaan yang secara normal membutuhkan kecerdasan manusia. Seperti, mengenali suara, membuat keputusan, melihat dan mengenali sesuatu, atau menerjemahkan bahasa. AI dalam kehidupan sehari-hari, antara lain Google Doc Speech to Text, Face atau Fingerprints Recognition untuk transaksi keuangan, Google Maps untuk pencarian lokasi, Rekomendasi produk di Instagram atau twitter, Rekomendasi video di platform video on demands, Marketing digital dengan Facebook Ads dan Search Engine, berbagai filter di kamera dan fitur live di media sosial, serta Rekomendasi konten viral di Tiktok dan Youtube.

Dilanjutkan dengan pilar KEAMANAN DIGITAL, oleh ERSAN SURIA PRANOTO BA HONS., M.SC (Dosen Luar Biasa Jurusan Perhotelan). Ersan mengangkat tema “KEAMANAN INVESTASI EMAS SECARA ONLINE”. 

Ersan membahas investasi adalah upaya menanamkan modal atau dana dengan harapan bisa mendapatkan keuntungan di masa mendatang. Salah satu manfaat investasi adalah untuk membantu mempersiapkan modal terkait kebutuhan di masa depan seperti kesehatan, pernikahan, pendidikan anak, dan lain-lain. Melalui investasi, masyarakat bisa terbantu untuk menghadapi adanya kenaikan biaya pada kebutuhan-kebutuhan tersebut. Jenis-Jenis investasi, meliputi emas atau logam mulia, deposito, properti, saham, obligasi, reksa dana, asuransi, dan barang koleksi. Tips aman investasi online, diantaranya tentukan tujuan melakukan investasi emas online, terus pantau laju harga emas, beli dan bertransaksi di tempat yang aman dan tepercaya, serta kenali jenis investasi emas online yang akan dipilih.

Pilar BUDAYA DIGITAL, oleh ENI AMALIAH (Ketua Forum Literasi Kampung (FLL) dan Dosen UIN Raden Intan Lampung). Eni memberikan materi dengan tema “PERAN KOMUNITAS AKADEMIK DALAM PENDIDIKAN DI ERA DIGITAL”. 

Eni membahas paradigma baru digitalisasi pendidikan, meliputi kreativitas, inovasi, proses belajar mengajar baru, dan persaingan global. Kunci sukses digitalisasi pendidikan, antara lain pemangku kebijakan dengan otoritas pemerintah yang dapat membuat kebijakan dan terobosan, penyedia daya dukung dengan potensi yang dimiliki dan infrastruktur penunjang, serta guru dan siswa. Pengaruh positif digitalisasi pendidikan bagi guru, meliputi guru sebagai penyedia konten pembelajaran digital, guru sebagai penyedia layanan, dan peningkatan daya literasi digital bagi guru. Pengaruh positif digitalisasi pendidikan bagi siswa, mencakup siswa sebagai penyedia layanan atas feedback pembelajaran dan peningkatan daya literasi digital bagi siswa.

Narasumber terakhir pada pilar ETIKA DIGITAL, oleh NASHIUDDIN, S.PD (Fungsionaris Karang Taruna Kecamatan Kalianda). Nashiuddin mengangkat tema “BEBAS NAMUN TERBATAS: BEREKSPRESI DI MEDIA SOSIAL”. 

Nashiuddin menjelaskan meskipun hukum internasional melindungi kebebasan berekspresi, ada beberapa situasi saat ucapan dapat dibatasi secara sah di hadapan hukum seperti, ujaran atau ekspresi melanggar hak orang lain, mendukung kebencian, memicu diskriminasi atau kekerasan, nilai-nilai agama, kesusilaan, dan ketertiban. Sejatinya setiap orang bebas merdeka sesuai kehendaknya yang dimana tidak ada paksaan tidak ada intimidasi, tidak ada intervensi dan sebagainya. Namun, dibalik itu semua ada nilai-nilai yang tidak bisa dilanggar, dimana nilai tersebut akan menghadirkan etika, estetika, dan logika. Kemudian bagian-bagian dari nilai tersebut akan dibungkus dalam satu kata yang di sebut norma dan pada akhirnya akan melahirkan budaya. 

Webinar diakhiri, oleh UZZIE ANGGANA sebagai Drummer dan Influencer yang memberikan sharing session sesuai pembahasan dari para narasumber. Uzzie menceritakan kemudahan kehidupannya saat ini menggunakan teknologi AI dalam kehidupan sehari-hari seperti google maps untuk mencari lokasi, sebelumnya jika ingin berpergian kesuatu tempat, kita mengandalkan plang di jalan dan bertanya kepada warga sekitar. Uzzie juga menyampaikan masyarakat dihimbau agar tidak melawati batas saat berekspresi di media sosial. Bijak bemedia sosial dengan menggunakan media sosial untuk hal positif dan bermanfaat. (*/TL)

Post a Comment

0 Comments